<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muhamad Imam</title>
	<atom:link href="http://muhamadimam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhamadimam.wordpress.com</link>
	<description>Never Ending Metamorphosis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Aug 2011 07:01:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muhamadimam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/914b50ddd15a65b1e8404adfc0c03382?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Muhamad Imam</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muhamadimam.wordpress.com/osd.xml" title="Muhamad Imam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muhamadimam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cold Summer</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2011/08/09/cold-summer/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2011/08/09/cold-summer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 17:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monologue]]></category>
		<category><![CDATA[atomic]]></category>
		<category><![CDATA[atomic bomb]]></category>
		<category><![CDATA[bomb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Today is ceremonial commemoration of the day when a 4,633 kg of big bullet enriched with massive atomic energy was dropped on the Nagasaki city 66 years ago. That was the climax of shameful episodes of war that is recorded in the history of human civilisation. Thousands of people were murdered in just a few [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=247&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Today is ceremonial commemoration of the day when a 4,633 kg of big bullet enriched with massive atomic energy was dropped on the Nagasaki city 66 years ago. That was the climax of shameful episodes of war that is recorded in the history of human civilisation. Thousands of people were murdered in just a few seconds and thousands of survivors were severely injured that can not be healed for the rest of their life. </p>
<p>I was came late because I have a class that I have to attend. The ceremony is ended already. I just see so many tourists walking and taking pictures of the dancing fountain and the silent statues. I am trying to find what is possibly exist in their mind at the moment but I know I can&#8217;t. I am afraid this ceremony is only festive ritual with some speeches and thousands colourful origami. As soon as we leave this peaceful park, all wisdoms that we collected from this tragedy were being forgotten.</p>
<p>More than this, we need to contemplate to have a deeper insight about our life from the smallest scale as an individual until the biggest scale as a part of world society. Through this peaceful commemoration we probably need to say louder to the cartel of mass media and insist harder to the oligarchy regimes to stop spreading distrust and prejudice among peoples. So we do not need to spend our limited resources to build more expensive massive scale weapons to make people kills each other.</p>
<p>It is almost 18:00 AM, I have to go back to a party.<br />
<em><br />
Alone on the brown chair in front of the pale girl with a long hair.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=247&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2011/08/09/cold-summer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Malaysia</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/08/30/indonesia-malaysia/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/08/30/indonesia-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 19:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Atas permintaan beberapa kawan, terpaksa saya sedikit terikut dalam hingar bingar media massa yang banyak membahas tentang apa yang disebut sebagai &#8220;ketegangan Indonesia-Malaysia&#8221;. Saat ini dirasakan semakin banyak masyarakat membabi buta membenci Malaysia disebabkan rasa nasionalisme-nya seakan-akan terpanggil. Visi yang baik dan konstruktif mengenai hubungan antar negara, khususnya Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara diharapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=242&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Atas permintaan beberapa kawan, terpaksa saya sedikit terikut dalam hingar bingar media massa yang banyak membahas tentang apa yang disebut sebagai &#8220;ketegangan Indonesia-Malaysia&#8221;. Saat ini dirasakan semakin banyak masyarakat membabi buta membenci Malaysia disebabkan rasa nasionalisme-nya seakan-akan terpanggil. Visi yang baik dan konstruktif mengenai hubungan antar negara, khususnya Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara diharapkan dapat menjadi filter dari serbuan opini destruktif yang sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang berkepentingan.</p>
<p>Dipandang dari berbagai sisi, posisi indonesia di Asia Tenggara memegang peran kunci dalam menjaga kestabilan kawasan. Stabilitas kawasan menjamin tetap berlangsungnya pembangunan dalam masyarakat. Dapat kita lihat, ketidakstabilan di kawasan Asia Barat, Asia Tengah, Semenanjung Korea dan Afrika menumbuh suburkan kekerasan dan radikalisme yang pada akhirnya menghancurkan tatanan dan infrastruktur masyarakat di kawasan itu. Pertikaian yang tidak kunjung usai dapat menarik kembali peradaban masyarakat menuju ke &#8220;zaman batu&#8221;. Politisi yang bermoral tidak akan menarik masyarakat ke dalam pertikaian horizontal. Penyelesaian garis perbatasan pada kenyataannya merupakan domain pemerintah melelaui hubungan antar negara.</p>
<p>Secara objektif, visi integrasi dalam kawasan Asia Tenggara lebih menguntungkan daripada separasi. Sebenarnya hal ini telah diinisiasi pada level pemerintah negara-negara anggota ASEAN. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dalam upaya integrasi kawasan ini, didalamnya termasuk perbedaan tingkat ekonomi, nilai mata uang dan bahkan sistem pemerintahan. Oleh sebab itu, komunitas masyarakat Asia Tenggara perlu membuka diri dan saling berbaur untuk mempercepat proses integrasi. Apabila semua proses integrasi ini telah berlangsung, dapat dibayangkan betapa kuatnya nilai tawar Asia Tenggara di kancah dunia. Posisi geografis yang strategis, sumber daya alam yang kaya dan jumlah penduduk yang besar adalah modal utama yang jarang dimiliki kawasan lain di dunia. Indonesia, sudah pasti menjadi bagian yang paling penting di dalamnya. Tantangan terbesar lainnya datang dari negara-negara non kawasan dan koorporasi multinasional Eropa-Amerika. Stabilitas kawasan bisa memperlemah posisi tawar mereka dalam mengeruk sumber daya alam. Kita harus belajar dari konflik Kamboja-Thailand beberapa bulan lalu untuk dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara yang bermartabat. Jangan pernah lupa, ada hubungan darah, budaya, sejarah dan bahkan agama yang kuat antara penduduk Malaysia dan Indonesia. Jangan sampai &#8220;ketegangan imaginer&#8221; ini meninggalkan noda hitam sejarah seperti yang pernah terjadi di daratan Eropa.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan issue &#8220;ketegangan Indonesia-Malaysia&#8221;, perlu disadari bahwa di satu sisi, peran media massa sangat besar menentukan psikologi masyarakat, di sisi lain media massa senang memilih issue yang dapat mengangkat oplag dan rating agar tetap survive. Pada saat ini, motivasi media dalam menyiarkan berita lebih condong pada motif ekonomi daripada jurnalisme objektif. Masyarakat perlu memahami, bahwa ada ribuan fenomena yang terjadi di dunia ini, namun media massa memilihkan sejumlah kecil dari fenomena-fenomena tersebut untuk diangkat sebagai berita dan dikonsumsi oleh masyarakat. Fenomena mana yang dipilih oleh redaktur untuk diangkat ke publik didasarkan atas subjektifitas elit media massa. Seringkali pemilik media massa dan para pemilik saham menggunakan otoritas-nya kepada para kuli media untuk menentukan berita mana yang boleh dan tidak boleh disampaikan kepada masyarakat. Di Indonesia, sejumlah media massa dimiliki oleh pengusaha dan politisi. Dalam situasi seperti ini, sulit sekali mengharapkan media massa menyajikan berita yang objektif.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, issue &#8220;petugas DKP&#8221;, merupakan bagian dari permaian politik dalam negeri. Permainan ini dapat saja diarahkan pada upaya penurunan wibawa pemerintah oleh partai oposisi atau bahkan keinginan partai pendukung koalisi untuk reshuffle kabinet.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=242&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/08/30/indonesia-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;BUKAN&#8221; PIDATO PRESIDEN</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/08/16/bukan-pidato-presiden/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/08/16/bukan-pidato-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 23:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[pidato presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[DALAM RANGKA MEMPERINGATI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945-2010 Hari ini adalah tahun ke 65 dalam hitungan tahun Syamsiyah dan tahun ke 67 dalam hitungan tahun Qomariyah, rakyat Indonesia memperingati hari proklamasi. Kemerdekaan itu ibarat impian, baik dahulu maupun saat ini. Hanya saja, perang melawan penjajah kolonial membuatnya seolah-olah nyata dan kasat mata. Meski sesungguhnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=223&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DALAM RANGKA MEMPERINGATI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945-2010</p>
<p>Hari ini adalah tahun ke 65 dalam hitungan tahun Syamsiyah dan tahun ke 67 dalam hitungan tahun Qomariyah, rakyat Indonesia memperingati hari proklamasi. </p>
<p>Kemerdekaan itu ibarat impian, baik dahulu maupun saat ini. Hanya saja, perang melawan penjajah kolonial membuatnya seolah-olah nyata dan kasat mata. Meski sesungguhnya, perjuangan dahulu itu bukan semata-mata perang fisik atau heroisme militer, tetapi memang perjuangan kemerdekaan. Bila dikaji lebih jauh, orang-orang yang kita sebut sebagai <em>The Founding Fathers</em> itu nampaknya memang memahami dan mengalami pahit getirnya ke-tidakmerdeka-an dan ketertindasan. Sehingga dengan tegas mengambil posisi melawan pada setiap bentuk penindasan suatu bangsa terhadap bangsa lain. Sehingga sudah sewajarnya peringatan kemerdekaan itu diwujudkan melalui perenungan dan evaluasi, supaya kegiatan kenegaraan dan kebangsaan tidak menjadi salah jalan dan justru lari dari tujuan. Perenungan tentang masa lampau itu dapat diproyeksikan untuk kebaikan masa depan.</p>
<p>Indonesia bukan hanya sekedar satuan wilayah bekas jajahan Hindia Belanda dari Sabang sampai Merauke. Indonesia harus dilihat sebagai sebuah cita-cita agung ketika ia didirikan dari serpihan harga diri yang dikumpulkan dari rasa malu karena di&#8221;kelas dua&#8221;kan, dari pergulatan batin dan fikiran yang tumbuh dari pengalaman hidup kakek dan nenek moyang. Cita-cita agung dapat melampaui batas wilayah geografis (ruang) dan zaman (waktu). Bagi siapa saja yang bergabung dengan cita2 itu, dialah <em>Indonesian</em>. Jika hari ini masih terjadi pembodohan oleh para politisi, maka itu bukan Indonesia. Jika masih ada aparat berwenang yang sewenang-wenang, maka ia bukan Indonesian. Jika masih ada jendral-jendral menjadi backing judi togel dan pembalakan liar di hutan Papua dan Kalimantan dan Sumatera, ia bukan Indonesian. Maka dari itu, jika manipulasi suatu <em>state elite</em> terhadap rakyatnya benar-benar terjadi, maka model perjuangan perlu mengalami orientasi ulang untuk melawan model penjajahan kontemporer.</p>
<p>Dalam konteks masa kini, penjajahan kolonial sudah selesai namun penjajahan intelektual, ekonomi dan politik masih berlangsung. Materialisme dalam wujud nyata  kapitalisme global merasuk ke dalam berbagai relung kehidupan. Hukum dapat dibeli dan undang-undang bisa dilelang. Transaksi finansial lebih diuntungkan daripada transaksi barang. Sumber-sumber air di gunung dan lembah diambil alih oleh koorporasi multinasional yang serakah namun pandai membuat citra dermawan. Sementara para petani harus membeli bibit, pupuk dan pompa air untuk menggali air tanah. Sumber-sumber mineral dikavling-kavling untuk dikuasai perusahaan keluarga dan kongsi asingnya. Pemodal asing semacam Shell, Chevron-Unocal dan ENI bermain di Ambalat dan mencari-cari cara untuk menghasut kebencian diantara rakyat, mengadu-domba saudara serumpun untuk mendapat keuntungan. Jurnalistik yang objektif berevolusi menjadi media hiburan yang lebih banyak memberitakan gossip selebritis, gaya hidup sosialita dan membuat kabar sesuai pesanan. Instisusi pendidikan yang semestinya mencerdaskan, justru menjadi bagian dari pembodohan. Sekolah mengutamakan pengajaran daripada pendidikan, persis seperti yang dikhawatirkan oleh Ki Hajar Dewantara berpuluh-puluh tahun lalu. Semua terjadi di depan mata, namun mata hanyalah perangkat untuk membantu fikir dan rasa. Mata lahir kita awas namun mata bathin kita tetap lamur.</p>
<p>Oleh sebab itu, karena kemerdekaan dalam hakikat adalah suatu pencapaian tak berhujung sebagaimana sebuah garis asymptotik, maka para pendiri bangsa tahu benar, bahwa dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, akan terlahir jiwa-jiwa bebas dan membebaskan. Sehingga bukan sebuah kebetulan, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan didirikannya negara, dengan tegas dimaktub dalam Muqoddimah Undang Undang Dasar 1945.</p>
<p>Belanda, Inggris, Perancis, Portugis, Spanyol dan Jepang mungkin tidak meng-Aztec-kan atau meng-Inca-kan kita, namun Tuhan bisa saja mem-Pompeii-kan dan men-sodom-kan kita. Na&#8217;udzubillahi mindzalik.</p>
<p>Malang, 17 Agustus 2010<br />
&#8220;Bukan&#8221; Presiden Re-Publik Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=223&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/08/16/bukan-pidato-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film China</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/05/22/film-china/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/05/22/film-china/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 02:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru selesai menonton film kungfu. Saya suka film kungfu dengan latar belakang zaman kerajaan Ching, zaman Perang Candu atau zaman yang lebih lampau lagi. Zaman ketika daratan China masih merupakan negeri yang terkoyak oleh perang. Melalui film itulah saya dapat mengenal istilah &#8220;Fan Ching, Fu Ming&#8221; yang terkenal itu. Diantara tokoh-tokoh kungfu yang saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=215&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru selesai menonton film kungfu. Saya suka film kungfu dengan latar belakang zaman kerajaan Ching, zaman Perang Candu atau zaman yang lebih lampau lagi. Zaman ketika daratan China masih merupakan negeri yang terkoyak oleh perang. Melalui film itulah saya dapat mengenal istilah &#8220;Fan Ching, Fu Ming&#8221; yang terkenal itu. Diantara  tokoh-tokoh kungfu yang saya kenal, nama Wong Fei Hung dan Yip Man adalah sosok yang saya kagumi sejak kecil. Kelihaian sutradara dalam meracik film sanggup menghipnotis mata sehingga saya terkena penyakit semacam insomnia temporal. Gerakan-gerakan Tai Chi yang lentur tidak bisa enyah dari fikiran. Jika saya bertemu dengan teman-teman masa kecil, biasanya mereka bertanya apakah saya masih suka memukul-mukul tembok dengan punggung tangan. Dulu saya terobsesi untuk dapat mempunyai pukulan yang kuat sepert Jet Li, sekarang cerita masa lalu itu menjadi lelucon menarik saat bernostalgia dengan teman-teman. Dan pada malam ini, setelah menonton film kungfu, sindrom insomnia temporal masih saja terjadi. Namun bukan karena gerakan-gerakan silat itu sehingga saya sulit tidur, tetapi karena ada hal lain yang mengusik tidur malam saya.</p>
<p>Setelah saya mengingat-ingat kembali film-film kungu yang pernah saya lihat, sepertinya ada tema sama yang diulang-ulang. Saya masih mengingat  potongan terakhir film Wong Fei Hung. Suatu moment ketika dia selesai melumpuhkan penjahat dengan cara yang elegan. Dengan raut wajah yang pasti dia bicara lantang di hadapan para panglima militer yang duduk di atas panggung merah yang megah. Dia bicara pada jendral-jendral itu untuk berhenti bertikai dan berhenti memikirkan kepentingan pribadi. Dia bicara agar jendral-jendral mau membuka mata melihat penderitaan rakyat dan harga diri bangsa China yang pada saat itu mash dibawah telapak kaki bangsa asing. Sequel akhir itu sungguh tak bisa terlupakan. Saya mendapatkan bahwa banyak sekali film-film China berisi tentang perjuangan mereka mengembalikan &#8220;nation pride&#8221; yang jatuh pada tempatnya yang terhormat dengan segala penderitaan dan romantisme yang melingkupinya.</p>
<p>Saya kira karya-karya seni seperti film dan sinetron bisa mempengaruhi sisi kejiwaan seseorang. Jika film itu menjadi tontonan masyarakat maka pengaruhnya dapat mencapai skala individu yang lebih banyak. Bukan tidak mungkin tokoh-tokoh heroik semacam &#8220;Master Wong&#8221;, &#8220;Guru Mao&#8221; dan &#8220;Yip Man&#8221; bersemayam dalam benak &#8220;subconscious&#8221; setiap orang China. Ketika kesadaran tentang pentingnya harga diri bangsa menjadi suatu kesadaran kolektif maka lahir lah China baru dalam salah satu bentuk yang bisa dilihat hari ini: China sebagai raksasa ekonomi dunia. Bagi saya, kemajuan China saat ini tidak mungkin terjadi tiba-tiba hanya dengan bantuan Peri cantik bersayap kupu-kupu dan ucapan &#8220;sim salabim abrakadabra&#8221;. Selalu ada sebab sebelum akibat.</p>
<p>Akhir-akhir ini, saya juga membaca di koran-koran tentang film-film Indonesia yang beredar. Saya suka film Indonesia yang bagus seperti &#8220;Laskar Pelangi&#8221;. Tetapi film nasional yang seindah itu sangat sulit saya dapatkan. Perlu waktu beberapa tahun untuk dapat menikmati satu film karya anak bangsa yang indah, menggugah dan inspratif. Saya pernah melihat sekilas sinetron-sinetron di televisi, pada umumnya mereka menonjolkan artis-artis dengan raut wajah eropa, berkulit putih, berambut pirang atau rambut di-pirang-pirang-kan. Saya tidak bisa bercerita banyak tentang sinetron itu, karena memang &#8220;tidak punya waktu&#8221; untuk menontonnya.</p>
<p>Jika film memang benar-benar dapat mempengaruhi sisi kejiwaan, dapat terbayang betapa film dan sinetron kita mungkin telah mempengaruhi pula &#8220;subconscious&#8221; masyarakat dan terutama anak-anak kita. Bisa jadi, sebenarnya kita sudah bisa menebak karakter umum bangsa di masa depan, hanya melalui film dan sinetron yang ditayangkan hari ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=215&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2010/05/22/film-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa tanpa kata</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/12/26/bahasa-tanpa-kata/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/12/26/bahasa-tanpa-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Salju pertama Perjalanan masih jauh Dalam kebekuan Kau sampirkan baju hangatmu dibahuku Aku bertanya-tanya dalam hati Di rumah sakit Virus memaksaku terbaring berhari-hari Seharusnya aku mati dalam kebosanan Tapi cerita-ceritamu kerlap-kerlip seperti bintang Aku bertanya-tanya dalam hati Telpon genggamku hilang Dua hari kemudian seseorang menemukannya di jalan Ada tiga puluh enam panggilan tak terjawab Dering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=207&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salju pertama<br />
Perjalanan masih jauh<br />
Dalam kebekuan<br />
Kau sampirkan baju hangatmu dibahuku</p>
<p>Aku bertanya-tanya dalam hati</p>
<p>Di rumah sakit<br />
Virus memaksaku terbaring berhari-hari<br />
Seharusnya aku mati dalam kebosanan<br />
Tapi cerita-ceritamu kerlap-kerlip seperti bintang</p>
<p>Aku bertanya-tanya dalam hati</p>
<p>Telpon genggamku hilang<br />
Dua hari kemudian seseorang menemukannya di jalan<br />
Ada tiga puluh enam panggilan tak terjawab<br />
Dering terakhir aku angkat dan engkau marah-marah tanpa alasan</p>
<p>Aku bertanya-tanya dalam hati</p>
<p>Musim semi<br />
Bunga-bunga berwarna-warni<br />
Dari genggamanmu<br />
Sekuntum tulip jatuh di telapak tanganku</p>
<p>Aku merasa<br />
tak perlu bertanya-tanya lagi</p>
<p>Aku harus menghindarimu<br />
Aku ingin menghindar dari mu</p>
<p>Tairamachi Desember 09</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=207&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/12/26/bahasa-tanpa-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebagai Orang Awam</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/12/25/sebagai-orang-awam/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/12/25/sebagai-orang-awam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 00:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Aku berlindung dari godaan syetan dan jeratan undang-undang ITE yang terkutuk. Bismillahirrohmanirrohim Sebagai orang awam, saya tidak habis fikir kenapa beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Yayasan BI menyimpan dananya di sebuah Bank yang memiliki track record jelek dan memiliki nilai rasio kecukupan modal (CAR) yang buruk. Jika memang interest Bank Century lebih menguntungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=202&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Aku berlindung dari godaan syetan dan jeratan undang-undang ITE yang terkutuk.</p>
<p>Bismillahirrohmanirrohim</p>
<p>Sebagai orang awam, saya tidak habis fikir kenapa beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Yayasan BI menyimpan dananya di sebuah Bank yang memiliki <em>track record</em> jelek dan memiliki nilai rasio kecukupan modal (CAR) yang buruk. Jika memang <em>interest</em> Bank Century lebih menguntungkan karena menjanjikan bunga yang menggiurkan, tentunya BUMN itu bukan koorporasi “ecek-ecek” yang berani memainkan modalnya dalam sebuah Bank yang tidak kredibel, dan lagi pula BUMN itu sudah memiliki <em>core</em> bisnis yang jelas. Pertanyaan yang masih menggelantung dalam benak saya yang iseng ini, atas motif apa mereka mau menitipkan uangnya di Bank Century.</p>
<p>Bagi saya, tentu saja sebagai orang awam, kesulitan likuiditas Bank Century lebih nampak sebagai sebuah kebodohan direksi dalam mengelola sebuah perusahaan keuangan daripada akibat krisis ekonomi global. Bagi saya, lagi-lagi sebagai orang awam, BUMN itu, Yayasan BI itu, Bapak Budi Sampoerna dan para pemilik uang yang jumlahnya milyaran itu, telah melakukan kesalahan dalam kebijakan finansialnya dan harus sanggup menanggung resiko dari keberaniannya menyimpan uang di Bank Century yang CAR-nya jelek itu. Sementara uang 6,7 trilyun itu lebih baik tetap tersimpan sebagai cadangan BI atau dikucurkan untuk sektor riil yang lebih berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia yang pada faktanya kebanyakan dari mereka menggantungkan hidupnya pada sektor informal. Jika memang dana LPS DAN dana negara (menggunakan huruf besar untuk menggaris bawahi pentingnya kata “dan” atau “&amp;” &#8211;pen) itu harus dikucurkan, biarlah itu dikucurkan kepada nasabah Century yang memang membutuhkan dana untuk menjalankan operasional perusahaan dan membayar gaji karyawan-karyawan di perusahaan-perusahaannya. Tentu saja orang-orang awam tidak akan rela jika uang itu “bocor” atau sengaja “dibocorkan” kepada orang-orang yang tidak berhak, termasuk apabila ada uang “terima kasih” dari nasabah kepada oknum pejabat sipil maupun semi militer yang menjadi <em>broker</em> dalam pengucuran dana itu.</p>
<p>Sebagai orang awam, saya memiliki dugaan-dugaan yang “agak buruk” terhadap para pemimpin politik yang sekarang sedang memerintah ini. Dimulai ketika Bapak Burhanudin Abdullah nampak “dengan tergesa-gesa” dicopot sebagai Direktur BI tepat sebelum pemilu dan digantikan dengan Bapak Boediono. Kemudian dengan tiba-tiba pula Bapak Boediono naik pangkat dari Direktur BI menjadi politisi bahkan menjadi calon wakil presiden.  Lalu kemudian beliau terpilih oleh “sistem pemilihan umum” negeri ini yang (sepengetahuan saya) dari berbagai sudut sangat rentan untuk dimanipulasi dan dipermainkan. Rentetan kejadian ini, mau tidak mau, membuat fikiran saya yang tidak kenal sopan santun ini menduga-duga, bahwa ada seseorang yang “patut dicurigai”. Saya tidak tahu siapa lagi yang paling “cakap” membuat skenario “efek sistemik” yang sekarang ramai diperdebatkan itu. Siapapun tahu untuk memenangkan Pemilu membutuhkan logistik yang lebih dari sekedar cukup. Kita tidak berharap, uang kas negara dijadikan lumbung untuk kepentingan pemenangan Pemilu melalui cara-cara “kejahatan kerah putih”. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pilkada tingkat kabupaten saja membutuhkan ongkos yang sangat besar. (Sependengaran telinga saya yang awam ini, jaman dulu yang sering menjadi “lumbung pemilu” oleh partai berkuasa adalah BUMN-BUMN &#8211;pen)</p>
<p>Sebagai orang yang tidak memiliki <em>background </em>akademik yang cukup dalam hal ekonomi dan keuangan, saya bertanya-tanya, apakah para direktur BI pada saat itu tidak belajar pada kasus-kasus sebelumnya. Dalam catatan ingatan saya yang awam ini, modus operandi “perampokan” uang negara dengan kasus serupa pernah terjadi pada kasus Bapindo oleh bapak Edi Tansil. Kemudian kasus BLBI yang terjadi kira-kira sebelas tahun yang lalu. Saya tidak habis fikir, kenapa “kebodohan” direksi bank Century tidak dapat diantisipasi sejak dini oleh badan pengawas perbankan negeri kita. Bukankah ada pepatah, jangan sampai jatuh ke lubang yang sama, apalagi sampai tiga kali (kalimat terakhir ini bukan pepatah peninggalan nenek moyang, tetapi sengaja penulis tambahkan untuk mendramatisir suasana yang sebenarnya sudah dramatis -pen).</p>
<p>Akhir kata, saya mohon maaf apabila tulisan ini di-<em>copi paste </em>di warung kopi, di warnet-warnet yang koneksinya cepat maupun yang koneksinya “lemot”. Sebab pada dasarnya tulisan ini dibuat untuk kalangan sendiri yaitu kalangan yang disebut sebagai orang awam. Tidak ada maksud bagi saya untuk memperkeruh suasana, karena sebetulnya suasana sudah keruh, malah sebagai orang awam, tiada lain yang diharapkan selain agar secepatnya suasana menjadi jernih dan tidak ada lagi hal yang ditutup-tutupi. Khusus untuk bapak-bapak pimpinan TNI, janganlah terburu-buru mengambil peran politik karena situasi yang keruh ini, semoga bapak-bapak dapat terus meneladani sikap Pak Dirman, jendral besar kita yang tetap patuh pada pimpinan sipil bahkan di saat-saat yang paling genting sekalipun. Namun jika nanti ada kasus pimpinan sipil diadili dan dipenjara karena suatu masalah hukum yang menimpanya, mari kita serahkan penyelesaiannya melalui mekanisme konstitusi. Sebagai sebuah bangsa yang masih belajar bernegara, marilah kita belajar taat pada konstitusi yang sudah disepakati. Akhirul kalam, meminjam istilah kanjeng nabi Muhammad SAW, “hancurlah suatu bangsa yang apabila kaum papa melakukan kejahatan kemudian dia dihukum, sedangkan apabila kaum bangsawan melakukan kejahatan, dibiarkan saja”. Na&#8217;udzubillahi mindzalik.</p>
<p>﻿</p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=202&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/12/25/sebagai-orang-awam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentar Lagi Musim Kemarau</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/13/sebentar-lagi-musim-kemarau/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/13/sebentar-lagi-musim-kemarau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 08:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[krisis air]]></category>
		<category><![CDATA[mata air]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhamadimam.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Manusia dapat bertahan hidup tanpa persediaan makanan selama tiga hari atau bahkan lebih lama dari itu. Saya dan kawan-kawan pernah terdampar di sebuah pulau kecil tanpa persediaan air selama 24 jam, itu adalah masa-masa terburuk bagi sel-sel di dalam tubuh saya. Di dalam sebuah pertemuan yang menyenangkan di dekat kota Batu Malang diketahui bahwa separuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=167&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Manusia dapat bertahan hidup tanpa persediaan makanan selama tiga hari atau bahkan lebih lama dari itu. Saya dan kawan-kawan pernah terdampar di sebuah pulau kecil tanpa persediaan air selama 24 jam, itu adalah masa-masa terburuk bagi sel-sel di dalam tubuh saya.</em></p>
<p>Di dalam sebuah pertemuan yang menyenangkan di dekat kota Batu Malang diketahui bahwa  separuh dari 111 mata air yang masih ada mengalami penurunan debit air bahkan telah mengering. Masyarakat setempat mengeluh kekurangan air pada musim kemarau. Staff dari Dinas Pengairan setempat mengatakan puluhan dam pengumpul air sungai telah rusak karena derasnya aliran air bercampur lumpur di musim hujan. Permasalahan yang lain terjadi di waduk Selorejo Batu, pendangkalan waduk dan kurangnya debit air pada musim kemarau menyebabkan pasokan listrik menjadi berkurang.</p>
<p>Waduk Selorejo merupakan wilayah pemanfaatan air di bawah otoritas Perum Jasa Tirta. Bagi pihak manajemen Jasa Tirta, pendangkalan waduk adalah masalah yang serius karena dapat menyebabkan berkurangnya pasokan air untuk pembangkit tenaga listrik. Setiap tahunnya perum Jasa Tirta menyediakan anggaran yang cukup besar untuk pengerukan lumpur di dasar waduk.</p>
<p>Di wilayah aliran sungai, setiap tahunnya Dinas Pengairan setempat menyediakan pula anggaran untuk memperbaiki dam. Setiap tahun pula, masyarakat desa harus berebut air dengan desa lainnya pada saat musim kemarau.</p>
<p>Faktor utama mengeringnya sumber air, rusaknya dam dan pendangkalan waduk, secara ilmiah sangat mudah ditemukan. Apabila dilihat dalam peta administratif, wilayah ketinggian yang menaungi sumber mata air merupakan daerah yang berada di bawah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Perusahaan umum (Perum) Perhutani.</p>
<p>Berkebalikan dengan BKSDA, Perhutani adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang berorientasi profit. Core business Perhutani ditopang oleh industri tanaman penghasil kayu. Proyek bongkaran kayu menghasilkan keuntungan milyaran rupiah dan sebagian hasilnya menjadi pendapatan negara non-pajak. Status ini menyebabkan Perhutani menjadi lumbung uang bagi pemerintah tingkat pusat hingga kabupaten untuk menutupi anggaran yang seringkali dibikin berimbang atau bahkan defisit.</p>
<p>Kawasan Perhutani memiliki struktur vegetasi tanaman industri yang kondisinya senantiasa berubah-ubah karena dipengaruhi oleh pergantian masa tanam dan masa panen. Penebangan Hutan Tanaman Industri baik secara legal maupun ilegal menyebabkan biomassa tanah digerus oleh air hujan ke arah sungai. Hal ini mengakibatkan air sungai mengandung lumpur berat dan menghancurkan dam-dam penampung air yang telah dibangun untuk pengairan masyarakat. Selanjutnya, lumpur terbawa oleh air sungai menuju waduk sehingga pendangkalan-pun terus terjadi setiap tahunnya. Tidak dapat dipungkiri, semua pihak yang berkepentingan terhadap air tidak mungkin menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas tanpa melibatkan Perhutani.</p>
<p>Hubungan politik ekonomi antara Perhutani dan elite pemerintah, secara politis menyebabkan lemahnya nilai tawar masalah krisis air di meja eksekutif maupun legislatif. Kadang-kadang hal ini menimbulkan rasa frustrasi diantara para pegawai dinas yang bekerja di lapangan. Perhatian, kemauan politik dan budget yang terbatas untuk menanggulangi krisis air merupakan faktor utama berlarut-larutnya permasalahan ini. Selain itu, minimnya pengetahuan para anggota dewan mengenai permalahan krisis air serta lobi-lobi politik anggaran menempatkan permasalahan air sebagai prioritas terakhir untuk diselesaikan.</p>
<p>Sumber-sumber dari masyarakat dan pemerintah mengungkapkan, permasalahan air telah sejak lama masuk dalam materi pembahasan di forum Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) daerah. Namun semua pihak mengerti, usulan Musrenbang yang dilaksanakan secara berkala itu seringkali dipatahkan dalam negosiasi anggaran di DPRD. Pada akhirnya permasalahan serupa dibahas berulang-ulang setiap tahunnya, sementara pada saat yang sama kualitas lingkungan dan krisis air semakin memprihatinkan. Pengkajian dan penelitian yang komprehensif untuk menyelesaikan krisis air telah dilakukan oleh berbagai lembaga berpengalaman, namun hal itu hanya menjadi konsep tak terpakai karena terbentur dinding parlemen yang berisikan anggota dewan yang berkomitmen rendah terhadap kelangsungan hajat hidup rakyatnya.</p>
<p>Sebagai solusi, keberadaan Dewan Sumber Daya Air ditingkat provinsi  seharusnya diberi kewenangan lebih luas untuk menghilangkan hambatan koordinatif antar wilayah kabupaten/kota. Permasalahan air merupakan issue sensitif yang tidak mungkin dapat diselesaikan secara partial oleh masing-masing pemerintah daerah tingkat dua. Krisis air adalah issue nasional bahkan global, sehingga harus diselesaikan pula dengan cara yang menyeluruh melibatkan pihak yang lebih luas. Tuhan tidak membentangkan sungai seperti jalan tol. Tuhan menciptakan sungai berputar berkelok-kelok mencakup wilayah yang luas agar berkahnya dapat mengaliri sebanyak mungkin mahluk hidup.</p>
<p>Musim kemarau &#8220;seharusnya&#8221; sebentar lagi datang, caleg terpilih sebentar lagi masuk gedung dewan, semoga kita mendapatkan &#8220;musim panas&#8221; terbaik untuk tahun ini. Amiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=167&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/13/sebentar-lagi-musim-kemarau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suatu Jarak</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/10/suatu-jarak/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/10/suatu-jarak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 12:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/muhamadimam/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Hanya sebuah buku catatan Dan tulisan tangan Tapi mengapa aku merasa Dapat menyentuh jemarimu Hanya senyum Dan lirik mata Tapi mengapa aku merasa Telah mengerti sikapmu Engkau duduk jauh di sana Dan aku termenung di kursi ini Tapi bagaimana bisa ruang ini terasa begitu sempit Dan ujung kain bajumu memenuhi jarak pandangku Katakanlah&#8230; Bagaimana aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=161&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya sebuah buku catatan<br />
Dan tulisan tangan<br />
Tapi mengapa aku merasa<br />
Dapat menyentuh jemarimu</p>
<p>Hanya senyum<br />
Dan lirik mata<br />
Tapi mengapa aku merasa<br />
Telah mengerti sikapmu</p>
<p>Engkau duduk jauh di sana<br />
Dan aku termenung di kursi ini<br />
Tapi bagaimana bisa ruang ini terasa begitu sempit<br />
Dan ujung kain bajumu memenuhi jarak pandangku</p>
<p>Katakanlah&#8230;</p>
<p>Bagaimana aku harus menghindari<br />
Sementara aku menganggap wujudku sendiri tiada<br />
Dan kamu memenuhi ruang dan waktu yang kumiliki</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=161&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/10/suatu-jarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bercermin Air Situ Gintung</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/09/bercermin-air-situ-gintung/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/09/bercermin-air-situ-gintung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 10:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[situ gintung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/muhamadimam/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kejadian yang mengenaskan di Situ Gintung, beberapa minggu menjelang musibah, saya ditakdirkan berada di sana. Saya tinggal di rumah sahabat yang jaraknya sekitar 20 meter dari pinggir situ. Sedikitpun tidak menyangka jika sepulang dari sana, rumah-rumah yang pernah saya lihat akan luluh lantak diterjang air bah. Sehingga karena itulah musibah ini begitu membekas di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=148&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kejadian yang mengenaskan di Situ Gintung, beberapa minggu menjelang musibah, saya ditakdirkan berada di sana. Saya tinggal di rumah sahabat yang jaraknya sekitar 20 meter dari pinggir situ. Sedikitpun tidak menyangka jika sepulang dari sana, rumah-rumah yang pernah saya lihat akan luluh lantak diterjang air bah. Sehingga karena itulah musibah ini begitu membekas di hati saya, meskipun kunjungan itu adalah kunjungan singkat dan untuk pertama kalinya.</p>
<p>Malam itu jakarta macet seperti biasanya, saya dan sahabat naik sepeda motor memotong jakarta dari pusat kota di Thamrin hingga Lebak Bulus. Jam delapan malam kami tiba di Cireundeu. Kami masuk menembus gang hingga tiba di sebuah jembatan kecil yang kondisinya mengkhawatirkan. Jembatan itu hanya cukup dilalui sepeda motor dan bergoyang-goyang saat dilewati. Saya bertanya kepada teman yang membonceng saya dengan nada khawatir &#8220;apakah kita akan baik-baik saja?&#8221; Teman kuliah yang dulu berambut gondrong itu menjawab, &#8220;semoga&#8221;. Sebuah jawaban bernada harapan yang tidak menenangkan apalagi menghibur. Untuk menghibur diri, saya iseng memberi nama jembatan itu <em>&#8220;Titian Bergoyang Menuju Neraka&#8221;</em>. Dia menambahkan &#8220;dibawah jembatan ini ada pintu air situ gintung&#8221;. Saya diam saja karena sedang berkonsentrasi mengatasi kekhawatiran.</p>
<p>Sepeda motor kami menyusuri jalan di punggung tanggul. Di malam hari,  tanggul ternyata dipenuhi anak-anak muda <em>ABG </em>usia SMP atau SMA yang sedang berpacaran. Mereka duduk berjejer berdua-duaan. Sorot lampu sepeda motor menangkap segala tingkah dan gaya pacaran anak-anak itu. Pelukan, ciuman dan kreatifitas birahi lainnya yang tidak mungkin saya tulis di sini dapat saya lihat dengan jelas. Situasi di tempat gelap rupanya sangat mendukung untuk melakukan apa yang tak mungkin dilakukan di tempat terang. Suatu saat, teman saya pernah memergoki dua orang anak yang melakukan hal tidak senonoh ketika pulang larut malam. Saya protes pada teman saya, kenapa anak-anak ini dibiarkan pacaran di sini, kenapa tidak dipasang lampu jalan saja, kenapa orang tua mereka membiarkan mereka pergi ke tempat gelap seperti ini. Seperti sebelumnya, teman saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan saya.</p>
<p>Tidak berapa lama setelah itu saya membaca di surat kabar tentang <a href="http://gatra.com/artikel.php?pil=23&amp;id=123811" target="_blank">peristiwa tragis</a> seorang perempuan yang diperkosa. Ia tewas karena tidak mendapatkan perhatian dan pertolongan yang memadai. Petugas puskesmas setempat menolak memberikan perawatan dan aparat kepolisian mengabaikan laporan. Peristiwa ini terjadi di kabupaten yang sama dan tidak begitu jauh letaknya dari situ gintung. Saking jengkelnya saya memberi komentar pada berita ini dengan kata-kata yang vulgar, sesuatu yang sangat jarang saya lakukan.</p>
<p>Rangkaian peristiwa-peristiwa ini terekam dalam benak saya, sambung menyambung menuju peristiwa terakhir; Jebolnya Tanggul Situ Gintung. Bagi saya, jebolnya tanggul adalah akumulasi dari segala perilaku dan kebiasaan <em>&#8220;tak berkenan&#8221;</em> yang membudaya di masyarakat kita. Ketidak pedulian aparat, keangkuhan petugas puskesmas, kebiadaban pemerkosa dan ribuan fenomena tragis lainnya merupakan cerminan paling nyata yang melukiskan seperti apa wajah peradaban masyarakat Indonesia saat ini.</p>
<p>Saya tidak pernah menyangka jembatan yang saya namai <em>Titian Bergoyang Menuju Neraka</em> merupakan titik dimana neraka dunia situ gintung dimulai&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;Saya berdo&#8217;a semoga masyarakat kita segera mampu membenahi ibadah fardhu kifayahnya dengan memupuk kepedulian pada sesama, dengan memperbaiki jembatan dan tanggul yang rusak, dengan memasang lampu di jalan yang gelap, dengan menggunakan jabatan untuk melayani masyarakatnya selain ibadah kifayah lainnya seperti memandikan dan menyolatkan jenazah. Masyarakat yang kehilangan rasa pedulinya perlahan-lahan akan diabaikan pula oleh alam dan lingkungannya. <em>Na&#8217;udzubillahi min dzalik</em>.</p>
<p>Sekarang saya benar-benar kapok bermain-main ditanggul setelah teman saya mengingatkan kembali kejadian beberapa tahun yang lalu. Dulu kami berdua mengunjungi tanggul lumpur Lapindo jam 10 malam, tidak sampai sebulan kemudian tanggul itu jebol dan lumpurnya menghancurkan ratusan rumah warga. Pelajaran yang dapat diambil adalah; jangan biarkan saya bermain ditanggul, terutama pada malam hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=148&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/09/bercermin-air-situ-gintung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Golput atau kudeta?</title>
		<link>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/06/golput-atau-kudeta/</link>
		<comments>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/06/golput-atau-kudeta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 10:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/muhamadimam/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;KUDETA lebih berarti dalam memberikan perubahan daripada GOLPUT&#8221; Masyarakat kurang menyadari bahwa contrengan kita dalam Pemilihan Umum dapat mempengaruhi kepulan asap dapur rumah kita. Padahal ini sudah dibuktikan ketika DPR dan pemerintah membuat kebijakan konversi bahan bakar. Semua orang menggerutu karena sulit mendapatkan minyak tanah dan meratapi kenapa harga BBM naik. Sekarang masyarakat semakin faham, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=128&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;KUDETA lebih berarti dalam memberikan perubahan daripada GOLPUT&#8221;</p>
<p>Masyarakat kurang menyadari bahwa contrengan kita dalam Pemilihan Umum dapat mempengaruhi kepulan asap dapur rumah kita. Padahal ini sudah dibuktikan ketika DPR dan pemerintah membuat kebijakan konversi bahan bakar. Semua orang menggerutu karena sulit mendapatkan minyak tanah dan meratapi kenapa harga BBM naik. Sekarang masyarakat semakin faham, bahwa hidup mereka dipengaruhi oleh lobi dan kebijakan parlemen. Namun seiring dengan pemahaman itu, apatisme masyarakat terhadap politisi dan Pemilihan Umum semakin besar manakala televisi banyak menyajikan berita korupsi para pejabat dan anggota dewan. Masyarakat enggan ikut PEMILU dan memilih menjadi GOLPUT.</p>
<p>Sekarang sebagian masyarakat dapat dengan bebas menyampaikan aspirasi golputnya terang-terangan. Bahkan ada teman yang berusaha meyakinkan saya bahwa GOLPUT adalah pilihan rasional, mengingat hampir semua Calon Legislatif dan Partai melaksanakan kampanye dengan cara yang kekanak-kanakan. <em>Money Politic</em> masih berjalan dengan berbagai modus, mulai dari bagi-bagi uang Rp. 10.000 per orang, beras 5 kg per orang, perangkat <em>Sound System</em> untuk kelompok pengajian seharga 2 juta rupiah dll. Hampir tidak ada perubahan pada perilaku politik para caleg berikut masyarakatnya. Ada seribu satu alasan yang masuk akal untuk memaklumi apatisme masyarakat yang memilih GOLPUT itu.</p>
<p>Pemilihan umum adalah salah satu sarana dalam mewujudkan pemerintahan demokratis. Dengan pemilihan umum, <em>sense of belonging </em>atau rasa kepemilikan terhadap negara dapat tumbuh hingga pada level rakyat bawah. Negara berada dalam situasi yang berbahaya apabila rakyat tidak memiliki rasa kepemilikan terhadap pemerintahannya. Kekalahan Saddam Husein oleh invasi militer Amerika sebenarnya lebih disebabkan keengganan masyarakatnya untuk ikut memerangi tentara Amerika. Selama bertahun-tahun Sadam berlaku otoriter terhadap rakyatnya dan tidak melibatkan rakyat banyak dalam urusan kekuasaan dan pemerintahan. <em>L&#8217;etat C&#8217; est Moi!, </em>Negara adalah aku, begitu kata Raja Louis XIV, lalu serta merta rakyat Perancis meninggalkannya dan ia terpelanting dari kekuasaannya. Pemerintah Hindia-Belanda dulu mengalami situasi yang sama, alih-alih membantu pemerintah kolonial, kaum pribumi justru malah menyambut tentara Dai Nippon dengan sukacita.</p>
<p>Apatisme rakyat terhadap para politisi di Indonesia seharusnya ditanggapi serius oleh instrumen partai. Pemerintahan yang kehilangan legitimasi karena sebagian besar masyarakatnya memilih GOLPUT adalah pemerintahan yang lemah. Pada akhirnya, pemerintahan yang lemah akan memicu kerawanan politik, kudeta berdarah atau bahkan dapat mengundang infiltrasi dari negara asing.</p>
<p>Di sisi lain, sebagai cerminan rakyat yang bertanggung jawab dan cinta terhadap tanah airnya, maka setiap warga negara perlu menyisakan waktunya dan serius mencermati siapa yang harus dicontreng pada saat PEMILU besok. Kita juga perlu berbaik sangka bahwa masyarakat kita adalah rakyat yang tidak gampang dibodohi oleh iklan politik dari para Caleg yang kurang ajar dan Partai yang Keterlaluan. Kita juga perlu berdo&#8217;a agar akumulasi suara untuk Caleg yang cerdas dan amanah dapat melebihi Caleg yang cerdas namun penipu. Sebab KUDETA, meskipun lebih berarti daripada GOLPUT, ongkos sosialnya terlalu mahal untuk ditanggung. Apalagi infiltrasi asing, amit-amiiit dech&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhamadimam.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhamadimam.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhamadimam.wordpress.com&amp;blog=4485074&amp;post=128&amp;subd=muhamadimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhamadimam.wordpress.com/2009/04/06/golput-atau-kudeta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ff022abfba77b3aa337ccc697e0462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
